Changing

March 12th, 2009

Kabut mengawali pagi

Terus menebal hingga hanya embun yang menemani

Cahaya matahari enggan menyaingi

Hingga akhirnya embun pun menguap pergi

Untungnya kabut pun mengikuti

Matahari mulai memuntahkan sinarnya

Panas, terik, dan menyilaukan

Tapi tak semuanya

Awan mendung datang

Ingin diakui bahwa matahari tak mampu menembus titik-titik air yang terkumpul

Tapi titik-titik itu belum bertransformasi menjadi air hujan

Senja masih cerah

Bahkan sangat indah

Merah, jingga, biru di sela-sela cakrawala putih

Bulan pun mulai ingin menampakkan keanggunanya

Bintang mencoba menemaninya dalam kelam

Tapi mereka tak kunjung datang

Awan mendung jugalah yang menghalangi

Kini tak diurungkan lagi

Air turun dengan deras

Langit menangis

Disertai teriakan-teriakan guntur

Dan temaram kilat

Namun sekarang tenang…. sepi…

Tanpa kilat, guntur, hujan, bulan, atau pun bintang…

More Than Survive

March 9th, 2009

angin itu berhembus lebih kencang

setiap hari tak mungkin akan terus bertahan

mengurungku di suatu tempat yang ku anggap melindungi

mencoba meruntuhkannya

kadang ingin ku keluar

menantang dinginnya angin itu

merasakan hembusannya yang kuat

bertahan untuk tidak terbang bersamanya

tapi….

sebenarnya aku ingin ikut terbang

melihat yang tak pernah ku lihat

merasakan yang dulu ingin ku rasa

tapi apakah angin akan membawaku ke tempat itu???

apakah angin hanya akan membawa ku terbang tinggi untuk sesaat

dan menghempaskan ku kembali???

Untitled

March 8th, 2009

duduk diantara guyuran hujan

mencari kehangatan yg tersisa dari cerita yg tertinggal

melihat batas yang mulai kabur

batas yang mulai berbayang

mencoba untuk membuatnya kembali jelas

kembali tak terbias

karena walaupun matahari itu ku kejar

semua akan tetap sama

bumi akan tetap berotasi pada sumbunya

tak akan ada yang berbeda

kalaupun aku menjauhinya

mungkin akan gelap, tapi mungkin gelap lebih baik

terang terlalu menyilaukan

malam akan membuatku lebih waspada

lebih akan mendengar suara yang tak terdengar

musik gemerisik daun kering yang terinjak

irama tiupan angin yang ingin melepaskan daun dari pohonnya

tapi aku kadang takut dengan kelam

takut cahaya tak kan datang lagi

lentera kan menghilang

dan bayang-bayang akan kembali muncul

dan mungkin semua hilang dan melebur dengan hilangnya terang

melebur bersama gelap