Serelo Hill Orienteering Competition

October 31st, 2008

Serelo Hill Orienteering Competition…

hmmm…. so interesting yup???? it’s a competition where we use a compass, protector, and a map. in this competition, we are given 10 points which we have to find them. every point has different score.

in this competition is in lepakkajang hill until serelo hill in Lahat at 26 October 2008. the duration to find 10 points is 8 hours. it’s so hard, but believe it, we can pass it.

at 25 October 2008

we start it from 24 October at 20.00 WIB, in this time we decision to follow the competition, so surprise, because we don’t have tent and any logistic. so we just bring private equipment and also compass, protector, map, pencil,ruler, eraser, etc.

difficult to believe it…at 11.00 25 October 2008 i, mute, and japrax go to lahat with another team. my own team’s name is Stepa. We camp in tanjung beringin, my village when i have gone here 1 year ago when i was a candidate of mafesripala member. i have a parents here, so we ’sosped’ again. we have given food from my parents. and do you know, in this village has a toilet now… he3… so happy to hear it… :p…. cause in the last if we want to go to toilet we have to go to the river behind the village, and also we have to pass the hanging bridge… must have a sacrifice… huahuahua…

at night in the camp, we are slaughtered from another team. because our load is not same with others. but it’s okay. we can against it. hehehe…. the competition will still start tomorrow…

and the night i and mute sleep at prabumulih team.. hehehe.. always ’sosped’… there isn’t another way… it’s the only way…

at 26 October 2008

at 05.00… waking up…. we went to my sister home… we prayed and took a bath in there… but we didn’t have breakfast… just eat a biscuit and drink a glass of hot tea…

at 07.00 all of the team (14 teams) collect at a yard of tanjung beringin village. in there we are brought a map and an envelope which in there, there are ten coordinate what we have to find them…

my team, STEPA start this competition with plotting all of the coordinate in the map, then we resection to know place us in the map. and then we look all of the point which is near from us. one point is in near from us in the foot of lepakkajang hill… we go to there directly… yupzzz… we got it… the score is 20. after that we look the map again.. and the nearest point is the top of lepakkajang hill… we go here directly without waste the time… but it isn’t easy…to go the top, we have to pass the thick trees and climb the rock… hiks3… i hate to climb the rock, i never climb the wall, and i must to climb the rock?????????? oh no… but i have to… if Stepa want to get the point of the top. after climb the rock, because i don’t have breakfast, i wanna to ‘PINGSAN”… i have nausea… my vision is not clear. i stop our journey…. until i feel better… and then we continue our journey to the top…. finally we get it… huuppffff….

we go to down with another way. we look for narrow way… but my foot is cram… uh…. stop again… and continue again… until we want to give up because we don’t find point anymore… we continue to walk until serelo hill. we have to pass the river.. but.. oh my got… so many ‘Pacet’.. hiks3… my feet are bitten. 10 pacets…

and then we find another point… 2 point before finish line… so we just find 4 points until finish line.. our score is 140… of course we are lose… but we are not disappointed… because we are experience oriented… we are so happy follow this competition.. so interesting… and it’s so my soul… even though i really really tired and so hungry because no eating from morning until night….

palembang cried

October 24th, 2008

kemaren ujan dari pagi sampe malem… palembang was crying…

kuliah keujanan… baju basah… kuliah 8 sks pulo… lengkaplah penderitaan… hiks3… tp ada bagusnya, sikok sih cuma, baru hari itulah aq konsen yg namony belajar d kampus setelah sekian lamo masuk semester 5.. puhhhffffff….. he3…

belajar farmakologi… hmm.. ttg obat… klo dosennyo pengen 6 sks pin, ok ok aja deh… ha3… (lg semangat belajar) walaupun hujan turun trus…

tapi aq kan emg seneng ujan… apolagi mandi ujan… kawan aq pake payung b, aq dak galak. senenglah ujan2nan… he3…

tp dak ado pelangi…. hiks3…

btw why did palembang cry yesterday??? what happen???

Late to Understand

October 17th, 2008

why can it happen to me??? i late to understand it. i don’t know why it can happened… it’s out of my controlling. actually, i know. but, i deny it. or may be i now it will be happen and i try to prevent it happen. but now, it has happened. and i can’t do anything.

may be i have been hurt him. and when he hurts, i know it. but i don’t care. i don’t know why i do like this… i don’t know what my faults are until he like that. i think i just do generally. and he also. but, he has that. something that i want him never have it.

one day, six months ago, he changed. and i know it. and he changed because he knows something that hurt his heart. i don’t know if he really really hurt. i estimate he just don’t care, and his attitude still like when i know him at first time, when i start to close with him as a best friend. he so kind. he always has time to company me everywhere and every time. always know when i have problems. and until make my dreams come true. even though my dreams are strange and crazy things. i just can say thank you so much… even though now he really changes. actually i so disappointed with him, why he be like that. someone who i never know. i don’t know if it is my mistake. i never give you hope. i just do everything because you my best friend, not more. i don’t know if you want more than it. you never say it.

and i knew it 4 hours ago… i don’t want you have it anymore. but i just want you be my friend like last time. laugh together. sharing together. not like now, you gonna far away avoid me. i know it. so when you was sick, i try to not care with you. i have desire to meet you. but i feel you don’t really need me.

sorry if i can apologize using this… and i know you will forgive me… hehehe.. :P
thanks for time that you give for me. come to my home just want to hear my problems, give me tissue when i cry, buy food when i really wanna it. even though it’s strange. always beside me when i need you, when anyone do not care with me. pick me up everywhere i want. sorry, i can’t reply your all kindness. but in my heart you always my best friend forever.

Diktat PPGD

October 16th, 2008

KESEHATAN PERJALANAN DAN

PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD)

AS CLARISSA PUTRI AULIA

1605-B-MFS-07-TAPAK

Dalam perjalanan, kesehatan merupakan komponen utama yang harus kita perhatikan baik secara individu maupun secara kelompok. Kesehatan ini tidak hanya pada saat

perjalanan saja tetapi harus kita nikmati pula setelah perjalanan. Untuk tujuan itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan perjalanan kita yakni :

1. Persiapan fisik

Diluar peralatan dan perlengkapan, fisik dan kesegaran jasmani membutuhkan persiapan yang tak kalah pentingnya. Fisik yang baik tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat tetapi harus dengan latihan yang teratur dan kontinyu. Dasar yang paling penting bagi pendaki gunung adalah tenaga aerobik, sebab kegiatannya sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen melalui peredaran darah ke otot-otot badan. Oleh karena itu harus dilakukan latihan-latihan aerobik secara teratur seperti lari atau bersepeda. Selain aerobik, kekuatan dan ketahanan otot juga perlu dilatih. Otot-otot itu adalah otot bahu, punggung, pinggang, dan kaki. Hal ini dapat dilatih dengan menggunakan beban seperti mengangkat barbel dan sejenisnya.

2. Persiapan Mental

Meskipun mental seseorang akan terbentuk dengan sendirinya dan sudah bawaan lahir, tetapi pengembangannya dapat dilakukan secara perlahan-lahan dalam waktu yang panjang, yang salah satunya dengan meningkatkan latihan fisik. Keseimbangan antara faktor fisik dan mental harus selalu kita usahakan baik dalam perjalanan maupun kehidupan sehari-hari. Khusus untuk alam bebas kita harus percaya pada kemampuan kita untuk menangani segala hal. Motivasi yang baik dapat juga meningkatkan mental. Mendorong motivasi seseorang merupakan hal yang cukup susah, karena kita harus tahu segala hal mengenai pribadi, pembawaan, sifat dan kegemaran orang tersebut. Hal ini harus kita lakukan secara hati-hati dan perlahan-lahan sehingga tidak menyinggung perasaan yang menimbulkan antipati dan mematikan motivasi.

3. Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh ini sangat dipengaruhi beberapa faktor antara lain :

a. Kebutuhan oksigen

Oksigen merupakan komponen yang sangat penting bagi proses penyediaan energi dalam tubuh yang diolah dari makanan. Seringkali harus kita lakukan aklimatisasi untuk menyesuaikan kemampuan tubuh dengan kadar oksigen disuatu tempat.

  1. Kebutuhan cairan

Dalam kondisi normal manusia tidak dapat hidup tanpa air. Manusia dapat hidup 3 hari tanpa air, tetapi dapat pula mencapai 8 hari dalam suhu 20 sampai 30 derajat.

  1. Makanan

Untuk aktifitas alam terbuka jumlah kalori yang diperlukan seseorang adalah 2500 s/d 3500 kalori per hari. Sumber makanan yang dapat kita peroleh untuk kondisi di atas adalah karbohidrat, lemak, dan protein; dengan komposisi 75% karbohidrat dan 25% lemak.

  1. Suhu lingkungan

Suhu lingkungan sangat mempengaruhi daya taha tubuh, karena akan berpengaruh langsung pada kondisi tubuh yang akan dapat menyebabkan kematian pada suhu dingin dan kejang-panas atau kematian pada suhu panas. Suhu tubuh manusia lebih mudah menyesuaikan pada suhu panas daripada suhu dingin, karena suhu lingkungan yang rendah mengakibatkan kalori yang diperlukan oleh tubuh lebih besar untuk mempertahankan suhu tubuh tetap normal.

Perhitungan Kalori dalam Persiapan Perjalanan

Penentuan menu bahan makanan bukanlah hal yang bisa disepelekan bila melakukan kegiatan di alam bebas dalam jangka waktu lama (>4 hari). Karena bahan yang kita bawa akanlangsung mempengaruhi keefektifan kita berkegiatan dan juga gizi yang diperlukan tubuh kita.

Nutrisi yang diperlukan tubuh per hari :

  • 65 % Karbohidrat (HA)
  • 20 % Lemak
  • 10 - 15 % Protein

Sedangkan kebutuhan kalorinya berbeda beda tiap kegiatan, semakin berat tingkat aktivitasnya semakin banyak kebutuhan kalorinya. Berikut kebutuhan kalori beberapa kegiatan alam bebas.

Asumsi berat badan 70 kg.

Jenis Kegiatan Kebutuhan kalori per jam (kal)
Panjat Tebing 770
Rappelling 560
Hiking (backpacking) 420
Naik gunung dengan beban 21 kg 630
Naik tangga dengan beban 37 kg 840

Dengan dasar informasi diatas menu makanan dan banyaknya harus dibawa dapat diprediksikan untuk mendukung keefektifan operasional.

Contoh Perhitungan

Jenis kegiatan mendaki gunung, jumlah tim 4 orang, lama operasional 4 hari, rata-rata berat badan 65 kg, berat barang bawaan tiap orang rata-rata 25 kg (peralatan,perlengkapan,logistik,dll).

  • Jumlah berat badan = 65 x 4 = 260 kg
  • Jumlah energi total per hari
    • Lama berkegiatan 1 hari efektif berkegiatan 8 jam
    • Jumlah energi yang dibutuhkan untuk naik gunung dengan beban 25 kg 650 kal/jam (pendekatan)
    • Jumlah energi total per hari = 8 x 4 x 650 = 20800 kalori
  • Jumlah protein per hari
    • Kalori dari protein = 15% x 20800 = 3120 kalori
    • Protein 1 gram = 4 kalori
    • Jumlah protein = 3120 : 4 = 780 gram
  • Jumlah lemak per hari
    • Kalori dari lemak = 10% x 20800 = 2080 kalori
    • Lemak 1 gram = 9 kalori
    • Jumlah lemak = 2080 : 9 = 232 gram
  • Jumlah karbohidrat per hari
    • Kalori dari karbohidrat = 60% x 20800 = 12480 kalori
    • Karbohidrat 1 gram = 4 kalori
    • Jumlah karbohidrat = 12480 : 4 = 3120 gram
  • Tentukan menu menurut selera dan sesuai perhitungan diatas agar barang bawaan efektif dan efisien, jangan lupa prediksi bahan makanan cadangan

Prinsip dan Tujuan PPGD

1. Menyelamatkan kehidupan

2. mencegah keadaan menjadi lebih buruk

3. mempercepat kesembuhan

POKOK-POKOK P3K

1. Jangan panik bukan berarti lamban dalam bertindak, tetapi tetap tenang sehingga dapat bekerja secara efektif.

2. Perhatikan pernafasan korban, langkah-langkah yang harus dilakukan :

o bebaskan jalan pernafasan

o berikan nafas buatan bila korban tidak bernafas

o lakukan resusi jantung dan paru-paru jika denyut nadi tidak ada

3. Hentikan perdarahan yang terjadi dengan jalan tekan kuat-kuat tempat perdarahan dengan kasa dan sapu tangan lalu ikat. Letakkan bagian yang mengalami pendarahan lebih tinggi dari bagian yang lain. Bila perlu ikat dengan torniquet.

4. Perhatikan tanda-tanda shock dan patah tulang.

5. Jangan berikan makanan dan minuman pada korban yang tak sadar.

6. Jangan terburu-buru memindahkan korban kecuali bila keadaan korban tidak memungkinkan ( korban kebakaran ).

Obat dan Peralatan

1. Obat-obatan

o Obat penghilang rasa sakit dan demam seperti aspirin, paracetamol, dll

o Obat sakit perut seperti new diatab, oralit, trisulfa, dll

o Obat keracunan seperti Norit

o Obat anti alergi seperti CTM

o Obat anti malaria seperti pil kina

o Obat flu dan batuk

o Obat tetes mata

o Alkohol

o Salep luka bakar

o Obat gosok seperti balsam, minyak kayu putih

o Krim pelindung kulit seperti Pabanox, Sunscream

o Krim anti memar seperti trombophop

o Chlor ethyl spray

o Obat luka baru seperti Bethadine

o Dll

2. Peralatan

  • Buku petunjuk P3K
  • Mitella (pembalut segitiga)
  • Plester
  • Kasa steril dan kapas
  • Perban
  • Gunting, pinset, pisau kecil
  • Cotton bud, jarum kecil dan peniti
  • Lampu senter
  • Dll

MENGATASI HENTI NAPAS DAN HENTI JANTUNG

Ada beberapa kemungkinan mengapa orang tidak bernafas:

1. Jalan nafas tersumbat misal karena muntah dan pendarahan

2. Jalan napas membengkak misal karena keracunan gas

3. Kelumpuhan alat pernapasan msal karena terkena aliran listrik atau keracunan

Cara mengatasinya adalah :

1. Bebaskan jalan napas. Baringkan korban telentang, kepala dimiringkan, buka mulut dan ambil sumbatan yang ada didalamnya dengan 2 jari.

2. Buka jalan napas yang selebar-lebarnya dengan cara mendorong dahi ke belakang sehingga posisi leher menjadi lurus atau dengan memberi bantalan di bawah bahu tetapi jangan dibawah kepala karena leher akan tertekuk.

3. Berikan napas buatan dari mulut ke mulut. Buka mulut kita lebar lebar dan tempelkan pada mulut korban, pijit hidung korban dan hembuskan napas ke dalam saluran napas penderita bila dada korban mengembang berarti udara telah mencapai rongga paruparu, lepaskan bibir anda supaya terjadi pelepasan udara secara pasif dari paru-paru. Lakukan hal serupa sampai 12 kali untuk orang dewasa dan 20 kali untuk anak-anak.

Cara resusi jantung dan paru-paru :

1. Baringkan korban telentang dengan alas datar dan cukup keras, dorong dahi ke atas sehingga leher menjadi lurus.

2. Cari ujung dada iga bagian depan (2 jari diatas ujung dada) lakukan pijat jantung.

3. Letakkan pangkal telapak tangan di daerah tersebut dan telapak tangan yang lain menumpang pada tangan utama tetapi siku dalam kondisi lurus, tekan secara menghentak dan kendurkan secara perlahan-lahan.

4. Ulangi cara tersebut sampai korban bernapas.

5. Hal itu harus kita kombinaikan dengan pernapasan buatan dengan komposisi 2 kali napas buatan kemudian 15 kali pijat jantung.

GANGGUAN UMUM

Adalah terganggunya fungsi seluruh tubuh akibat suatu kecelakaan.

Macam gangguan umum :

1. Lena

Penyebab berkurangnya peredaran darah ke otak yang disebabkan oleh emosi yang hebat, rasa nyeri, keadaan lemah setelah sakit, terlampau banyak mengeluarkan tenaga dalam kondisi perut kosong,

Gejala yang timbul pada korban seperti :

Pusing, telinga berdenging, mual, mata berkunang-kunang, keluar keringat dingin, dan denyut nadi lemah.

Pertolongan :

Tidurkan telentang korban dan kepala agak rendah, longgarkan pakaian dan usahakan korban menghirup udara segar. Kemudian beri selimut agar badan segar kembali. Setelah korban sadar dan dapat minum beri kopi hangat atau sedikit anggur.

2. Gugat ( Shock)

Disebabkan karena jumlah darah yang beredar dalam pembuluh darah sangat kurang dan merupakan kelanjutan dari lena.

Gejala yang timbul pada korban :

Seperti gejala pada lena, yang banyak disebabkan oleh pendarahan (ke luar maupun ke dalam) dan luka bakar yang cukup luas sehingga korban pingsan.

Pertolongan :

Baringkan korban di tempat yang segar udaranya dengan kepala lebih rendah dari kaki (kecuali jika ada luka di kepala), tenangkan korban dan hentikan pendarahan yang terjadi dan secepatnya dibawa ke Rumah sakit.

3. Pingsan

Kondisi dimana fungsi otak terganggu sedemikian rupa sehingga korban tidak sadarkan diri.

Gejala yang timbul :

Tidak menyahut jika dipanggil, tidak bereaksi saat diberi rangsangan, biasanya korban terbaring tidak bergerak tetapi pernapasan dan denyut nadi ada.

Pertolongan :

Baringkan korban di tempat teduh dan segar, miringkan kepala korban supaya korban muntah, longgarkan pakaiannya dan selimuti agar tidak kedinginan, dan scepatnya bawa korban ke RS untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

4. Mati Suri

Adalah keadaan lanjut dari pingsan dimana pernapasan tidak nampak, denyut nadi hilang, biji mata melebar dan tidak bereaksi terhadap penyinaran, muka pucat agak kebiruan.

Pertolongan :

Baringkan korban telentang, dan longgarkan pakaian korban; hilangkan segala barang yang dapat menyumbat pernapasan kemudian lakukan pernapasan buatan atau kalau perlu pijat jantung. Segera hubungi dokter untuk penanggulangan lebih

lanjut.

5. Penyakit Pegunungan

Sering disebut Mountain Sickness yang diakibatkan makin berkurangnya kadar oksigen pada daerah yang tinggi yang akan mempengaruhi aktivitas pendaki karena kekurangan suplai oksigen atau hipoksia.

Gejala :

Korban pusing, letih, rasa kantuk yang hebat, mual, pucat, sesak napas, kemudian tubuh menjadi panas, perasaan gelisah, telinga berdenging, dan sukar tidur.

Pertolongan :

Beri istirahat yang cukup sehari atau dua hari, bila tidak ada perubahan bawa korban ke tempat yang lebih rendah.

6. Gangguan Setempat

Adalah kecelakaan yang terasa sakit pada bagian tubuh yang terkena.

Macam gangguan setempat :

1. Luka

Dapat terjadi dimana saja dan disebabkan oleh benda tumpul atau tajam.

Macam-macam luka :

  • Luka iris
  • Luka tusuk
  • Luka memar
  • Luka robek

Pertolongan yang harus diberikan dengan menghentikan perdarahan mencegah infeksi dan kerusakan lebih lanjut dengan cara-cara yang mudah dan cepat.

2. Luka gigitan ular

Untuk jenis ulat Colubridae (ular belang, sendok/kobra), tanda-tanda gigitannya tidak begitu jelas tetapi langsung mempengaruhi susunan saraf. Biasanya disertai sesak napas dan luka gigitan udak terasa tetapi sangat mematikan.

Untuk jenis ular Viperidae (ular puspa, ular tanah), tanda-tandanya gigitannya akan menimbulkan bercak darah diseluruh tubuh disertai batuk dan kencing darah karena mempengaruhi sistemperedaran darah. Luka gigitannnya terasa nyeri dan bengkak.

Berdasarkan tipe gigi bisa, ular dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu :

  • Aglypha : tidak mempunyai gigi bisa, seperti sanca
  • Phistoglypha : mempunyai gigi bisa dibelakang, misalnya ular cincin emas
  • Proteroglypha : mempunyai gigi bisa didepan yang efektif untuk menyalurkan bisa
  • Solenoglipha : mempunyai gigi bisa di depan dan dapat dilipat. Umumnya gigi bisa dapat dilipat.

Macam-macam bisa :

  • Neurotoksin : menyerang saraf dan bersifat bertentangan dengan transmisi jaringan syarag. Menybabkan kelumpuhan pada alat pernafasan dan rusaknya jeringan otak.
  • Hemotoksin : menyerang darah dan sistem peredarannya, menguraikan protein, menyebabkan sel darah rusak.
  • Kardiotoksin : menyerang otot jantung
  • Miktotoksin : menyerang cairan tubuh

Pertolongan :

Baringkan korban, letakkan bagian yang digigit lebih rendah dari jantung, kurangi aktivitas korban untuk mencegah penyebaran bisa. Kenakan torniquet di atas luka gigitan dan kendurkan 15 sampai 30 detik, perbesar luka gigitan dengan pisau steril dan isap luka untuk mengeluarkan bisa dari darah (mulut penolong tidak boleh ada luka). Tutup luka dengan kasa steril dan beri betadine kemudian dibalut. Bawa ke RS terdekat. Khusus luka gigitan serangga (kalajengking, kelabang, laba-laba, dll) pertolongan yang dilakukan adalah :

Olesi luka dengan amonia atau kapur sirih, kompres dengan es atau soda kue (untuk gigitan kalajengking) dan cuci dengan anti septik. Oleskan balsam/obat gosok untuk mengurangi rasa sakit dan segera dibawa ke RS.

Jika kita mengamati dengan teliti, ada beberapa hal yang dapat membedakan ular yang berbisa tinggi dan berbisa rendah. Beberapa ciri dibawah adalah petunjuk umum yang bisa digunakan, meskipun belum secara tepat menunjukkan tingkatan bisa ular.

a. Ular berbisa rendah

§ Gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif

§ Beraktifitas pada siang hari (diurnal)

§ Membunuh mangsanya dengan membelit

§ Bentuk kepalanya bulat telur (oval)

§ Tidak memiliki taring bisa

§ Gigitannya tidak mematikan

§ Setelah menggigit langsung lari

b. Ular berbisa tinggi

§ Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri

§ Beraktifitas pada malam hari (nocturnal)

§ Membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa

§ Bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna

§ Memiliki taring bisa, racun mematikan

§ Kanibal

§ Setelah menggigit, masih tinggal ditempat

c. Pengecualian

Berikut ini yang tidak sesuai dengan ketentuan

- berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam :

1. Ular King Kobra - Ophiophagus hannah , kepala oval, agresif, siang dan malam

2. Ular Kobra Naja naja sputratix, berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang

3. Ular weling - Bungarus candidus, kepala oval, berbisa tinggi

4. Ular welang - Bungarus fasciatus, kepala oval, gerakan tenang, berbisa tinggi

5. Ular picung/pudak seruni - berbisa tinggi, kepala oval tapi gerakannya gesit, keluar siang hari.

6. Semua jenis ular laut, berbisa, gerakan lamban di pasir/pantai

7. Semua jenis ular phyton dan ular boa, tidak berbisa, cari makan malam hari.

3. Sengatan Binatang

Pertolongan :

Ambil sengat yang tertinggal, cuci bekas sengatan dengan air garam kemudian air hangat beberapa kali. Untuk ubur-ubur dengan alkohol, amoniak atau dengan aseton. Oleskan obat gosok untuk mengurangi rasa sakit.

4. Patah tulang

Macam patah tulang : terbuka (tulang menonjol keluar dan berhubungan langsung dengan udara luar) dan tertutup.

Tanda-tanda patah tulang : sakit pada bagian yang patah bila tersentuh atau digerakkan, tidak bisa digerakkan, sekitar luka bengkak dan kebiruan atau tulang mencuat keluar.

Pertolongan :

Pada luka tertutup tidak perlu membuka pakaian yang menutupi seperti pada patah tulang terbuka. Bila terjadi perdarahan lakukan perawatan, lakukan pembidaian yang ditentukan, dan segera bawa ke RS.

Syarat pembidaian :

  • Panjang bidai cukup untuk luka
  • Bidai harus pipih, lembut, dan empuk
  • Ikatan cukup jumlahnya dan tidak terlalu ketat atau longgar
  • Ikatan dilakukan pada atas dan bawah luka

5. Pendarahan

Cara menghentikan pendarahan :

o Tekan ditempat pendarahan dengan setumpuk kasa steril atau kain bersih dilipat tebal, tutup daerah luka dan tekan, segera bawa ke RS. Selama itu angkat bagian yang terluka lebih tinggi dari letak jantung.

o Tekan pada tempat-tempat tertentu, seperti pangkal pembuluh nadi yang terluka.

o Tekan dengan torniquet. Torniquet adalah balutan yang menjepit sehingga aliran darah dibawahnya terhenti. Caranya :

a. Buat ikatan pada anggota tubuh yang cidera

b. Selipkan batang kayu dibawah ikatan tersebut

c. Kencangkan dengan memutar kayu tersebut

d. Agar kedudukan kayu tidak berubah, ikat ujung satunya

Torniquet hanya dilakukan pada luka pendarahan hebat, kendurkan selama 30 detik tiap 10 menit.

6. Terkilir

Disebabkan adanya hentakan yang keras terhadap sebuah sendi dengan arah yang salah sehingga jaringan pengikat antara tulang rusak dan menimbulkan pendarahan yang menggumpal dibawah kulit, menyebabkan pembengkakan.

Pertolongan :

Kompres bagian yang terluka dengan es selama 30 menit dan balut dengan pembalut elastis atau mitella.

7. Keracunan

  • Racun yang ditelan

a. Makanan. Tindakan utama adalah dengan mengusahakan makanan yang ditelan keluar dengan menekan langit-langit tenggorokannya dengan jari. Kemudian beri norit atau arang yang telah ditumbuk dan dilarutkan ke air.

b. Alkohol. Usahakan agar muntah dan bilas lambung dengan soda kue (1 sendok teh dalam segelas air) tiap jam. Dapat pula diberikan kopi pekat.

c. Obat. Usahakan korban muntah dan beri kopi pekat. Bilas lambung dengan usu atau soda kue, rangsang supaya korban muntah. Bila racun termakan lebih dari 3 jam pembilasan lambung tidak boleh dilakukan apabila racunnya bersifat korosif seperti korosif sepert asam, basa keras, bensin dan minyak tanah.

  • Racun yang terisap

Pertolongannya : singkirkan korban dari tempat keracunan ke tempat berudara segar dan berikan pernapasan buatan.

  • Racun melalui kulit

Pertolongannya : lepas pakaian yang terkena racun dan bilas kulit dengan air mengalir.

Teknik membalut dan evakuasi

1. Teknik membalut

o Membalut dengan mitella

Mitella terbuat dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang 90 cm.

  • Membalut dengan Pembalut Pita

Cara-cara membalut dengan Pembalut Pita lihat gambar (lampiran)

2. Teknik Evakuasi

o Jarak dekat

Apabila korban tidak menunjukkan tanda-tanda patah tulang leher, tulang belakang, tulang tengkorak, dan gegar otak; maka korban dapat ditarik.

  • Melalui lorong sempit

Apabila korban pingsan dan harus kita bawa keluar dari terowong atau lorong, ikat tangan korban dan gantungkan pada leher penolong, penolong merangkak.

  • Dengan selimut :

Digunakan untuk mengusung korban yang pingsan sebagai ganti tandu.

  • Korban yang sadar tetapi tidak bisa jalan sendiri dapat kita usung.
  • Korban yang memerlukan sedikit bantuan karena korban mampu berjalan sendiri sehingga tidak memerlukan bantuan.
  • Menggunakan tandu.

DAFTAR PUSTAKA

Diktat Pendidikan Dasar Astacala. Diakses pada http://astacala.org/astacala/diktat.pdf tanggal 11 Oktober 2008.

Rahmanta, Amsi. 2008. PPGD. Diakses pada http://mapalamahesa.multiply.com/journal/item/20/PPGD tanggal 15 Oktober 2008.

Serpiente Snakes. Biologi Ular. Diakses pada http://serpientesnakes.wordpress.com/save-our-snakes/biologi-ular/ tanggal 15 Oktober 2008.

Sioux. 2008. Tips : Membedakan Jenis Ular Berdasarkan Kemampuan Bisa (Racun). Diakses pada http://siouxindonesia.multiply.com/journal tanggal 15 Oktober 2008.

Diktat Survival

October 16th, 2008

SURVIVAL

AS CLARISSA PUTRI AULIA
1605-B-MFS-07-TAPAK

A. Pengertian

Banyak versi tentang pengertian survival. Survival berasal dari bahasa inggris survive atau to survive yang artinya bertahan hidup. Yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan sampai terjalin komunikasi dengan pihak luar. Survival dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit atau kritis. Dalam arti yang sempit, survival digunakan dalam kaitan dengan keadaan-keadaan darurat yang terjadi karena terisolasinya seseorang atau sekelompok orang (disebut sebagai SURVIVOR) akibat suatu musibah atau kecelakaan. Keadaan tersebut antara lain tersesat di hutan, terdampar di pulau atau pesawat yang terjatuh disuatu tempat asing. Akibatnya survivor mwngalami kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat luas dan dengan demikian sukar mendapatkan bantuan atau pertolongan yang diperlukan.

Berbagai tehnik survival telah dikembangkan orang untuk menghadapi kondisi medan yang memang beragam. Kita mengenal tehnik survival laut (sea survival) yang dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan kecelakaan di laut, survival padang es bagi yang tersesat di pegunungan atau padang salju, survival rimba (jungle survival) bagi yang mengalami musibah atau tersesat di rimba daratan atau pengunungan, survival gurun dan lain sebagainya. Walaupun demikian, terdapat kesamaan tujuan yang mendasari berbagai tehnik survival tersebut, yaitu memulihkan kembali hubungan dengan masyarakat umum. Oleh sebab itu yang ditekankan dalam setiap tehnik survival ini adalah bertahan hidup, mempertahankan hidup lengkap dengan segenap kemampuannya dan kemudian memutuskan isolasi yang menghambat komunikasi survivor dengan masyarakat umum.

Seseorang yang tidak diketahui namanya, telah menyusun dengan bagus kalimat-kalimat dalam bahasa inggris yang merangkai kata SURVIVAL. Kamlimat-kalimat ini menggambarkan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh seorang survivor, yaitu;

  • Size Up the Situation, pandailah dalam menilai situasi, setiap kondisi lingkungan dan perubahan-perubahannya harus betul-betul diperhatikan agar selamat.
  • Undue Haste Make Taste, jangan tergesa-gesa, biar lambat asal selamat. Setiap tindakan hendaknya dipikirkan untung ruginya. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berakibat kematian.
  • Remember Where You Are, Ingat dimana kamu berada. Baik posisi harfiah yang berarti lokasi dimana berada maupun posisi yang berarti kondisi dan kedudukan diri pada saat itu.
  • Vanquish fear and panic, Kuasai diri dari rasa takut dan panic yang dapat menumpulkan nalar dan pikiran yang jernih.
  • Improvise, Perbaiki diri dari kesulitan. Gunakan segenap kemampuan dan pengetahuan untuk keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi.
  • Value living, Hargailah kehidupan. Jangan siasakan hidup dengan mengambil keputusan yang ceroboh. Buang pikiran jauh-jauh dari keinginan bunuh diri.
  • Act like the native, Sesuaikan diri dengan penduduk setempat, sesuaikan dirimu dengan lingkungan disekitarmu.
  • Learn basic skill, Pelajari dasar-dasar pengetahuan dan latihlah kemampuan di alam bebas.

Menurut jumlah orangnya survival ada dua macam yaitu survival individu dan survival kelompok. Dalam survival individu atau sendiri, akan mengundang rasa kesepian dan bosan selain rasa takut dan panik. Kesepian dan bosan adalah masalah besar yang harus segera diatasi dan dihindarkan. Karena hal tersebut akan dapat membuat perasaan tertekan yang bisa menghilangkan semangat dan keinginan untuk hidup. Kesepian dan bosan hanya bisa ada dalam suatu lamunan yang disetujui oleh tindakan dan pikiran. Untuk mengatasinya selalu bekerjalah untuk hal yang perlu dikerjakan akan bisa menghindari rasa sepi dan bosan.

Survival kelompok lebih baik dari pada survival sendiri, tersedianya banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan dan adanya teman untuk berkomunikasi yang dapat menghilangkan rasa sepi dan bosan. Namun, setiap orang tidak akan sama dalam menghadapi sesuatu yang dihadapinya. Dalam keadaan ini kecenderungan orang akan bertindak untuk kepentingan dirinya sendiri dengan mengabaikan kepentingan bersama. Untuk menjaga hal tersebut, dan kebersamaan tetap terkontrol maka sebaiknya dipilih seorang pemimpin untuk mengkoordinasikan setiap anggota kelompok. Tugas dari pemimpin dalam survival ini adalah;

  • Menyusun rencana yang melibatkan seluruh anggota dan keselamatan menjadi milik bersama.

o Lakukan pembagian tugas pekerjaan kepada setiap anggota. Sesuaikan tugas dengan kondisi tiap anggota. Dengan pembagian tugas pekerjaan akan cepat diselesaikan dan membina rasa kebersamaan.

  • Kembangkan rasa kebersamaan dan kepercayaan di dalam kelompok.

B. Kebutuhan Seorang Survivor

Kehidupan merupakan salah satu karunia Tuhan yang paling berharga. Dan hidup manusia amat berharga dari detik ke detik, tak peduli apakah orang itu jelek ataupun baik kelakuannya. Karena itu mempertahankan hidup merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Batas kemampuan manusia dalam berusaha adalah “PINGSAN ATAU MATI” sebelum itu terjadi pantang bagi kita untuk putus asa. Sebelum ajal berpantang untuk mati.

Berhasil atau tidaknya keluar dari keadaan tidak menentu ini, semua tergantung pada diri kita sendiri. Awal dari keberhasilan kita adalah menanamkan atau menumbuhkan dari semangat “HARUS HIDUP”. Tanpa semangat itu, kecil kemungkinan dapat keluar dari keadaan ini. Setelah mendapatkan semangat “HARUS HIDUP” maka kebutuhan yang harus dimiliki seorang survivor adalah :

  1. Sikap mental yang mendukung survival diantaranya ; semangat, percaya diri, akal sehat, disiplin dan rencana kegiatan yang matang, serta kemampuan belajar dari pengalaman.
  2. Pengetahuan, terutama pengetahuan yang berhubungan dengan tehnik survival yaitu ; cara membuat tempat perlindungan (bivoak), pengetahuan cara memperoleh air dan makanan, membuat api, orientasi medan dan lain-lain.
  3. Pengalaman dan Latihan, Survival adalah seni dan perlu kreativitas untuk menjalaninya, semakin kreatif seseorang maka semakin besar peluang orang tersebut untuk tetap hidup bahkan bisa menolong nyawa orang lain. Oleh karena itu pengalaman dan latihan sangat menentukan keberhasilan.
  4. Peralatan atau Survival Kit, biasakan SELALU membawa survival kit dalam setiap perjalanan. Karena dengan memiliki survival kit, satu set perlengkapan sudah dimiliki untuk keadaan darurat. Isi kotak survival kit diantaranya ; korek api kedap udara, lilin, kaca pembesar, cermin, jarum dan benang, kail dan senarnya, sol sepatu dan benangnya, kompas, senter kecil, dan obat-obatan.

C. Langkah-Langkah dalam Survival

Sekali lagi, keputusan yang salah dalam menentukan suatu keputusan akan berakibat kematian. Untuk itu kita harus benar-benar dalam setiap mengambil keputusan. Ada beberapa langkah yang direkomendasikan dalam melakukan survival antara lain ;

1. Mengkoordinasikan anggota, bila beberapa orang, pilihlah salah seorang dari kelompok sebagai ketua. Seorang ketua sangat diperlukan untuk mengatur dan menentukan keputusan bila terjadi perselisihan.

2. Melakukan pertolongan pertama, obatilah anggota yang sakit agar tidak menjadi lebih parah. Dalam keadaan seperti ini penyakit yang ringan dapat berkembang bahkan dapat menyulitkan kita nantinya.

3. Melihat kemampuan dan keadaan anggota kelompok, hal ini akan berguna dalam pembagian tugas. Bedakan berdasarkan kondisi kesehatan, fisik dan mental. Karena jika salah memberikan tugas pada seseorang akan menghambat rencana bahkan dapat berakibat fatal.

4. Mengadakan orientasi medan, usahakan untuk mengetauhi posisi kita, kemungkinan pemukinan penduduk, dan perkiraan jalan keluar.

5. Mengadakan penjatahan makanan, perhitungkan jumlah makanan yang tersedia, jumlah anggota, perkiraan waktu. Disamping itu, mencari sumber makanan yang harus diusahakan dari luar rencana penjatahan. Mengenai cara mendapatkan makanan dan air akan dibahas lebih lanjut.

6. Membuat rencana kegiatan dan pembagian tugas, rencana yang dibuat se-rasional mungkin dan berdasarkan pertimbangan yang matang. Pembagian tugas sesuaikan dengan kondisi saat itu.

7. Usahakan menyambung komunikasi dengan dunia luar, jangan melakukan hal-hal yang berlebihan terlebih menguras tenaga kita. tandailah jalan yang telah kita lewati dan mencari perhatian dengan cara membuat asap, menjemur pakaian di tempat tinggi dan atau terbuka, memantulkan sinar matahari dengan cermin dan lain-lain.

8. Mencari pertolongan. Selalu dan selalu berusaha mencari pertolongan. Buatlah kode-kode dari darat ke udara yang dapat membantu tim penolong, khususnya yang mencari survivor lewat udara. Tanda-tanda yang diberikan harus berukuran cukup besar, menyolok, kontras dengan warna latar belakangnya, dan ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dari udara dan atau dari kejauhan. Isyarat boleh dibuat dari benda atau bahan apa saja yang mudah diperoleh.

D. Memelihara Kondisi Tubuh

  1. Shelter/ Bivouk

Kondisi survival adalah keadaan yang tidak menentu, kondisi dimana survivor harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang terjadi dengan fasilitas dan sarana sederhana yang ada disekitarnya. Pada keadaan ini, dimana belum dapat dipastikan kapan keluar dari situasi tersebut membuat bivoauk adalah pilihan yang tepat. Tujuannya adalah untuk melindungi diri dari pengaruh alam seperti panas hujan, angin dan dingin.

Dalam membuat bivoauk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi disekitarnya (IMPROVISASI). Hematlah tenaga dengan mencari bahan-bahan yang mudah kita dapatkan disekitar kita. Karena pekerjaan ini sangat menguras tenaga. Lakukanlah pekerjaan yang dirasa perlu dan penting, karena pemborosan tenaga akan mempercepat turunnya daya tahan tubuh. Bivoauck dapat dibuat dari bahan-bahan yang sengaja di bawa misalnya dome/tenda atau bahan-bahan yang tersedia di alam seperti dedaunan, ranting pohon, cekungan dan lain sebagainya. Prinsipnya adalah; CEPAT, AMAN dan NYAMAN.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat tempat perlindungan antara lain ;

a. Untuk berapa lama, dengan merencanakan berapa lama berlindung disuatu tempat, penghematan tenaga dan kesadaran emosi akan selalu terjaga. Akan tetapi bila kita selalu berpindah tempat maka pilihan yang tepat adalah Flying Camp. Untuk perkemahan mengembara (flying camp) sebaiknya jangan menggunakan bahan dari alam. Selain pemborosan tenaga, kondisi alam yang kita hadapi tidak selalu menyediakan kebutuhan kita. Untuk itu kita membutuhkan tenda / bahan yang ringan, mudah dilipat, tidak banyak memakan tempat, dan mudah dibongkar pasang. Tenda yang memenuhi persyaratan tersebut adalah tenda dome.

b. Sendiri atau kelompok, sesuaikan ukuran dengan jumlah orang dan barang. Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas, agar kehangatan tempat berlindung dan kenyamanannya tetap terjaga. Usahakan setiap anggota dapat tidur dalam posisi yang sempurna.

c. Pilih tempat yang sesuai, terlindung dari terpaan angin secara langsung, rata, jangan di tempat yang kemungkinan banjir, tidak di bawah pohon/ranting yang sudah mati/rapuh, bukan sarang dan jalur binatang. Gunakan bahan yang kuat dan usahakan sebaik mungkin karena akan turut menentukan dalam kenyamanan. Untuk waktu yang lama, dirikanlah bivoauk yang tidak terlalu jauh dari air agar mudah mendapatkan air. Tapi juga jangan terlalu dekat atau didaerah aliran air untuk menghindari bahaya banjir. Dirikan pada tempat yang terlindung dari terpaan angin dan jangan mendirikan pada daerah yang terbuka yang langsung diterpa angin. Dan yang terakhir pilihlah tempat yang rata dan kering.

d. Manfaatkan alat dan kondisi alam disekitar kita, misalnya tenda/dome, ransel, ponco, lubang besar dipohon, pohon tumbang, goa atau cekungan di lereng, dan lain-lain. Berdasarkan jenis bahannya bivouck dibedakan menjadi bivouck buatan dan bivouck alam. Bivouack buatan bivouack yang dibuat dari bahan-bahan yang dibawa maupun dari alam sedangkan bivouack alam adalah bivouack yang telah tersedia di alam misalnya cekungan, goa, pohon roboh dan lain-lain.

  1. Air

Air adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Dalam tubuh kita mengandung air sebanyak 75%, yang berperan dalam mempertahankan suhu tubuh, fungsi ginjal, dan menghilangkan rasa haus. Dengan meminum 4 - 5 liter air manusia dapat bertahan hidup 2 - 3 minggu sedangkan tanpa air manusia dapat bertahan hidup hanya 2 - 5 hari saja walaupun kondisi tubuh tidak terluka. Dalam keadaan survival jangan menunggu kehabisan persedian air, baru memulai mencarinya. Hematlah selalu air yang ada dan segera mencari sumber air terdekat untuk memenuhi persedian air kita. Kalau kondisi airnya terbatas lakukanlah pembagian jatah untuk setiap orang.

Air dapat dikonsumsi dengan baik apabila tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Untuk mendapatkan sekedar air sebenarnya tidak terlalu sulit apalagi hutan hujan tropis. Yang jadi pertanyaan adalah apakah air tersebut layak untuk kita konsumsi atau tidak. Berdasarkan sumber air yang diperoleh, ada air yang langsung dapat diminum dan ada yang harus mengalami treatment terlebih dahulu (dimasak, disterilkan, dan lain-lain).

a. Sumber air yang dapat langsung diminum

Pertama adalah air hujan. Meskipun kadang air hujan mengandung asam pada prinsipnya air hujan dapat diminum langsung, hanya diperlukan cara untuk mengumpulkannya. Cara mengumpulkan air hujan dapat dengan menggali lubang dan dipulas dengan tanah liat atau dasarnya dilapisi dengan bahan-bahan yang dapat menampung air seperti ponco, daun, alumunium foil, kulit kayu, plastik dan lain-lain. Ada baiknya setelah mendapatkan air kita masak terlebih dahulu.

Sumber yang kedua adalah dari tumbuhan dan atau lumut. Kita dapat memanfaatkan proses respirasi tumbuhan untuk mendapatkan air. Caranya adalah selubungkan sebuah ranting dan daunnya dengan sebuah kantong plastik yang ujungnya diikat. Penguapan dari daun akan menyebabkan timbul pengembunan pada plastik bagian dalam. Pilih bagian daun yang sehat dan banyak daunnya. Pada lumut kita dapat langsung menyerap air pada lumut dengan bahan yang mudah menyerap air seperti kain.

Sumber yang ketiga adalah embun. Pada daerah yang memiliki iklim yang sangat ekstrim dimana sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari, kita dapat menampung embun sangat banyak. Untuk mendapatkan air kita dapat menggunakan kain, busa, ponco, plastik dan lain-lain.

Sumber yang keempat adalah tanaman rambat atau rotan yang ada di hutan. Potonglah dengan pisau setinggi mungkin yang dapat dijangkau kemudian potong juga bagian bawahnya yang dekat dengan tanah. Air yang menetes dari batang tersebut dapat ditampung atau langsung diteteskan ke mulut.

Sumber yang kelima adalah air yang tertampung pada daun-daun yang lebar, biasanya setelah hujan ataupun embun di pagi hari, pada ruas bambu dan pada bunga kantong semar (Nephenthes sp) terdapat air. Untuk air yang dari kantung semar sebaiknya dimask dulu karena sering terdapat serangga yang sudah mati dan berbau.

Sumber keenam adalah dengan memanfaatkan kondensi tanah. Dalam hal ini memanfaatkan uap air tanah yang ditahan kemudian ditampung kedalam suatu tempat. Caranya adalah galilah tanah dengan kedalaman tertentu kemudian gelarkan plastik diatas lubang tersebut kemudian ujungnya ditahan. Beri pemberat di bagian tengah plastik penutup lubang hingga plastik agak masuk kedalam lubang. Sebelumnya telah diletakkan suatu wadah tepat dibagian tengah pemberat hingga nantinya air akan menetes di wadah tersebut.

b. Sumber air yang tidak dapat langsung diminum

Air yang menggenang. Walaupun kita kadang ragu akan kebersihannya, dalam keadaan darurat air seperti ini masih dapat dimanfaatkan. Cara paling aman untuk memanfaatkan air itu adalah dengan melakukan penyaringan.

Air hasil galian di pantai dan atau sungai yang kering. Air tersebut harus mengalami proses lanjutan yaitu dengan dimurnikan terlebih dahulu. Caranya adalah ukur jarak sekitar 5 - 7 meter diatas air pasang untuk melakukan penggalian dengan cara membuat lubang kecil. Air yang didapat dengan cara ini biasanya tidak mengandung garam. Sebagai catatan air yang segar akan terletak diatas air yang asin dalam lubang galian tersebut. Air yang didapat dengan cara ini walaupun agak payau akan tetapi aman untuk dikonsumsi. Apabila air masih terlalu payau maka dapat dilakukan penggalian dengan penambahan jarak galian atau dilakukan penyaringan.

c. Cara penyaringan air

Pertama penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan baju kaos yang berlapis. Lebih baik kaos yang berwarna putih karena akan lebih jelas terlihat apabila kaos penyaring tersebut kotor dapat dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyaringan kembali.

Kedua. Dengan cara melewatkan air kedalam bambu. Tabung bambu bagian dasar dilapisi dengan kerikil dan ijuk atau bisa digunakan lapisan dedaunan kering dan rumput kering sebagai penyaringnya. Perlu diingat juga bahwa cara membersihkan air dapat dilakukan dengan mengendapkan selama 24 jam. Untuk menjaga kebersihannya maka sebaiknya tempat pengendapan ditutup rapat.

“INGAT! APABILA INGIN MINUM AIR, ambillah sedikit demi sedikit/ isapan. Jangan langsung minum sebanyak-banyak apabila menemukan air. Meminum sekaligus banyak hanya akan membuat muntah seseorang yang sedang kekurangan cairan (dehydrasi) sehingga akan membuat keadaan menjadi lebih parah.”

d. Tanda dari hewan ke sumber air

Hewan bertulang belakang memerlukan air secara tetap. Hewan memamah biak biasanya hidup didekat air dan akan selalu berusaha di dekat sumber air. Hewan ini memerlukan air setiap sore dan pagi hari, bekas jejak hewan ini akan sangat jelas menuju ke lembah ke arah sumber air.

Burung pemakan buah tidak akan jauh dari sumber air. Binatang ini minum pada pagi dan sore hari. Apabila burung ini terbang langsung dan rendah maka itu tanda akan menuju air. Setelah minum burung tersebut akan terbang dari pohon ke pohon dan sering beristirahat. Pastikanlah lintasan terbang burung ini maka kemungkinan besar akan bertemu sumber air.

Serangga sebagai tanda yang baik terutama lebah. Mereka bisa terbang sekitar 6,5 Km dari sarang tetapi tidak mempunyai jadwal tetap mencari air. Semut sangat memerlukan air, sekumpulan semut yang berbaris menuju pucuk pohon untuk mengambil air yang terperangkap di sana. Seringkali penampungan air ini satu-satunya didaerah yang kering.

3. Api

“Kecil jadi sahabat besar jadi musuh” itulah api. Perapian merupakan hal penting yang harus kita pelajari dalam survival. Fungsi api dalam survival diantaranya sebagai penghangat tubuh, penerangan, menjauhkan hewan berbahaya, memasak, memberi tanda-tanda atau kode dll.

Dalam membuat api perlu diketahui 3 syarat yaitu udara, bahan bakar dan sumber panas. Satu syarat diatas tidak terpenuhi maka tidak akan terjadi pembakaran. Pilih tempat dekat shelter yang kering, terlindung dari angin dan dibersihkan dahulu dari serasah atau bahan lain yang mudah terbakar disekitarnya untuk mencegah kebakaran.

Dalam menyalakan api khususnya didaerah yang lembab, persiapkan tipe bahan sebagai berikut;

a. Tinder (penyala), material kering yang akan menyala dengan panas atau suatu percikan api.

b. Kindling (pemancing), material yang sudah disiapkan dan gampang menyala yang akan ditambahkan setelah bahan tinder menyala.

c. Fuel (bahan bakar), material ini diperlukan saat api sudah menyala besar dan baru dibutuhkan bahan pembakar yang agak besar dan terbakar secara pelahan-lahan.

Untuk daerah yang lembab (hutan hujan tropis) seperti kebanyakan hutan di Indonesia cara efisien dan efiktif adalah menggunakan korek api dan lilin agar tidak cepat mati. Akan tetapi apabila tidak korek api, ada beberapa cara yang dapat dicoba. Tetapi ingat cara ini memerlukan ketekunan dan kesabaran. Cara-cara yang dapat dilakukan diantaranya;

a. Menggunakan lensa / kaca pembesar / lup

b. Mengesekan kayu/bambu dengan kayu/bambu (keduanya harus kering)

c. mengesekkan pisau dengan batu dan atau batu dengan batu.

Tapi ingat, ketiga cara diatas tidak direkomendasikan di hutan yang lembab (Indonesia). Oleh karena itu bawalah selalu SURVIVAL KIT dalam setiap perjalanan.

Setelah dapat membuat api maka pengetahuan memasak dalam survival juga perlu untuk dipelajari. Memasak dalam survival adalah memberikan perlakuan terhadap bahan yang tersedia di alam untuk dimanfaatkan (dimakan). Tujuan dari memasak diantaranya; mengadakan sterilisasi, membuat bahan makanan agar mudah dicerna, menambah kenikmatan, dan lain-lain.

Apabila kita membawa peralatan memasak lengkap tentu tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi apabila peralatan kita minim atau bahkan tidak membawa peralatan masak kita bisa menggunakan fasilitas dari alam sebagai sarana. Cara memasak tersebut diantaranya;

a. Memasak dengan menggunakan kaleng bekas, pastikan kaleng yang akan kita gunakan bersih.

b. Dengan menggunakan bambu, ambillah batang bambu yang masih muda / masih hidup. Potong sesuai ukuran yang diperlukan. Masukkan beras atau bahan makanan kedalam lubang bambu kalau perlu tambah air. Masukkan bambu tersebut ke dalam bara api.

c. Memasak dengan menggali lubang di tanah, buatlah lubang di tanah secukupnya. Lalu daun tersebut dialasi dengan daun yang lebar yang bisa menahan air. Masukkan beras yang telah di cuci dan direndam beberapa saat ke lubang tersebut. Tutup dengan daun yang telah kita sediakan, selanjutnya tutup kembali dengan tanah. Buat api unggun diatasnya yang tidak terlalu besar tetapi menyala dengan konstan. Tunggu beberapa saat, lalu kita buka lubang tadi dan selanjutnya nasi siap untuk dimakan.

d. Memasak dengan menggunakan kelapa muda, ambil buah kelapa yang masih muda. Lalu kupas ujung bagian atasnya yang berfungsi sebagai lubang. Masukkan beras yang kita cuci kedalam buah kelapa tadi. Masukkan buah kelapa yang telah diisi beras tersebut kedalam bara api, tunggu dan beberapa saat sampai nasi matang.

Banyak fasilitas dari alam yang dapat kita gunakan sebagai sarana memasak. Hal ini tergantung pada kreatifitas dari survivor.

ZOOLOGI

Tidak semua hewan dapat kita makan. Hal ini karena beberapa hewan dapat menimbulkan bahaya bagi manusia. Sebab-sebab hewan berbahaya tersebut karena;

- Mengandung bisa / racun. Bukan berarti kita tidak memakan jenis hewan ini, akan tetapi perlu diperhatikan bahayanya bagi tubuh kita. Apabila unsur racun / bisa dalam tubuh binatang ini bisa kita hilangkan maka kita dapat mengkonsumsinya. Binatang yang berbahaya tersebut diantaranya adalah; Nyamuk malaria, semut api, tawon atau lebah, kelabang dan atau scorpio/kalajengking, pacet, harimau, buaya, ular, ikan lepu batu, ikan pari dan lain-lain.

- Menyebarkan bau yang khas / busuk. Binatang tertentu tidak dapat dimakan karena mempunyai kelenjar bau yang menyebar secara khas (busuk). Ini dimunkinkan karena bau busuk tersebut berfungsi sebagai senjata untuk melindungi dari predator. Contoh binatang ini adalah tikus busuk atau cecurut.

Satwa sebagai Sumber makanan:

  • Molusca, contohnya siput dan kerang.
  • Annelida, contohnya cacing tanah dan sondari (Pheretima sp)dan lintah (Hirudinaria sp).
  • Insecta, contohnya belalang (Palanga sp)
  • Crustacea, contohnya udang dan kepiting
  • Pisces, semua ikan dapat dimakan.
  • Amphibia, contohnya katak Rana sp
  • Reptilia, contohnya ular, kadal, cecak dan lain-lain.
  • Mamalia, contohnya kelinci, rusa, tikus dan lain-lain.
  • Aves, contohnya ayam hutan Gallus gallus

Untuk mempermudah mendapatkan satwa ini maka kita memerlukan peralatan atau membuat peralatan sebagai berikut ;

  • Tali, adakalanya dalam keadaan survival diperlukan tali untuk mengikat sesuatu atau sebagai alat bantu dalam pejalanan, sedangkan tali buatan tidak tersedia dalam perlengkapan yang dibawa, untuk itu tali dapat dibuat dari sobekan kain, rotan, akar, bambu atau pilinan/anyaman serat tumbuhan seperti gambar……..
  • Pisau, dapat dibuat dengan menggunakan kulit luar bambu ( sembilu ), pecahan kaca, tulang binatang atau batuan yang diruncingkan
  • Memancing, untuk tali dapat dibuat dari benang kain / pakaian atau serat tumbuhan, sedangkan mata kail dibuat dari peniti, kawat, duri, kayu atau tulang
  • Selain dengan peralatan mancing, mencari ikan dapat dilakukan dengan menuba, di daerah pedalaman dilakukan dengan menggunakan akar tuba sedangkan untuk daerah pantai dapat dilakukan dengan menggunakan buah Baringtonia yang ditumbuk dan ditebarkan ke perairan yang banyak mengandung ikan.
  • Senjata, dalam keadaan survival terkadang kita memerlukan senjata untuk mempertahankan diri atau berburu binatang guna keperluan makan, ada beberapa cara diantaranya dengan memakai tongkat kayu, bambu runcing, tombak, boomerang, kapak atau panah yang kesemuanya dapat dibuat sendiri dari bahan yang tersedia.
  • Jerat,/Jebakan dan Jaring. Selain menggunakan senjata, untuk menangkap khewan dalam kadaan survival, paling praktis adalah dengan membuat jerat khewan, jenis jerat bermacam macam tergantung jenis serta ukuran khewan yang akan ditangkap. Jebakan diatas dibuat dengan cara melobangi tanah, jenis mamalia kecil akan terjebak di dalam lobang karena berbentuk seperti leher botol, hati-hati dalam mengambil tangkapan karena bisa jadi yang masuk malah ular berbisa.Jerat yang aman dalam artian, hewan yang kena tidak akan mati karena jebakannya adalah dengan membuat jerat kaki, hewan yang menginjak jebakan akan terjerat kakinya.Untuk jenis burung atau dapat menggunakan jaring yang dipasang diantara dua pohon yang biasa dilalui burung. Burung yang terbang akan tersangkut di jaring sehingga mudah untuk ditangkap.

Aturan dalam membuat perangkap:

1. hindari terlalu mencemari lingkungan, jangan pernah meninggalkan tanda-tanda pernah berada di sana.

2. hilangka segala bau-bauan, peganglah perangkap sesdikit mungkin, jika bisa gunakan sarung tangan. Hilangkan bau manusia pada perangkap dengan cara mengasapi bahan-bahan perangkap dengan asap api.

3. kamuflase, samarkan bekas potongan yang baru pada kayu yang digunakan sebagai perangkap dengan lumpur. Tutupi tali atau kawat perangkap yang di tanah agar terlihat lebih alami.

4. buatlah dengan kuat, binatang yang terperangkap akan berjuang untuk hidupnya. Setiap bagian yang lemah dari perangkap akan segera rusak.

Trap Menggantung (Hanging Snare)

Perangkap model menggantung ini biasanya memanfaatkan :

a) Kelenturan dahan pohon.

b) Patok yang diberi lekukan dan dihubungkan dengan tali.

c) Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang lentur dengan patok, sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan lepas dan dahan pohon akan menarik, hingga akhirnya tali akan menjerat.

Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti : kelinci, ayam, bebek, dan lain lain.

Trap Tali Sederhana

Untuk binatang yang berukuran kecil, seperti burung dapat digunakan perangkap tali sederhana yang diletakan di atas tanah ataupun digantung. Tali laso yang telah diberi umpan diikatkan pada dahan pohon atau batu yang berat. Sehingga apabila hewan telah terjerat, tidak bisa pergi kemana-mana lagi.

Trap Lubang Penjerat

Perangkap ini adalah modifikasi dari perangkap tali dan perangkap lubang. Perangkap ini terdiri dari :

a) Tali laso yang diikatkan pada dahan pohon yang kuat dan diletakan mendatar.

) Lubang perangkap yang digali, kedalamannya disesuaikan dengan hewan yang akan ditangkap. Mulut lubang disamarkan dengan dedaunan dan laso diletakan di atas dedaunan tersebut.

c) Diberi umpan di atas dedaunan, ditengah laso.

Trap Menimpa

Perangkap lain yang ditujukan untuk menangkap binatang kecil lainya adalah perangkap menimpa. Perangkap ini memanfaatkan berat kayu untuk menindih. Model ini dikenal dengan nama Deadfall Snare. Yang diperlukan dalam pembuatan perangkap ini adalah :

a) Batang pohon besar ditumpukan pada kayu pohon lainya yang saling menopang.

b) Kayu pohon penopang yang saling berhubungan dengan batang pohon besar dan jika salah satu tersenggol, maka yang lain akan jatuh dan menimpa.

c) Umpan yang diletakan dekat dengan kayu pohon penopang dan apabila tergerak, maka kayu pohon penopang akan bergeser sehingga batang pohon besar akan jatuh menimpa.

Kombinasi Trap Lubang dengan Trap Menimpa

Perangkap ini merupakan kombinasi bentuk lubang perangkap dan perangkap menimpa. Perangkap ini terdiri dari :

a) Batang pohon besar untuk menimpa mangsa.

b) Kayu pohon yang saling menopang.

c) Umpan.

d) Lubang perangkap lengkap dengan samarannya.

Cara kerjanya hampir sama dengan trap menimpa, tetapi ketika mangsa tertimpa batang, ia akan langsung masuk ke lubang.

Membaca Jejak

Ada beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya adalah jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan.

Jejak alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada disekitar, arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak binatang. Untuk membaca jejak alami [binatang] dapat diketahui dari telapak yang ditinggalkan, kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput.

BOTANI

Yang perlu diperhatikan dalam keadaan darurat untuk memakan tumbuhan yang tidak umum, sebaiknya memakan tidak hanya satu jenis tumbuhan saja. Dalam pemanfaatan sebagai bahan makanan ada beberapa cara yang digunakan, yaitu:

  • Tumbuhan yang dapat dimakan langsung, biasanya Tumbuhan yang dimanfaatkan pada bagian buah serta daun atau pucuk. Contoh : Rasamala, gelagah, sintrong, bunut, putat dan lain-lain.
  • Tumbuhan yang harus dimasak terlebih dahulu, Biasanya dimasak dengan cara direbus, dibakar atau digoreng. Contoh : Pucuk puring, umbut palem-paleman rotan, buah saninten, pasang, umbi talas dan lain- lain
  • Tumbuhan yang harus diolah lalu dimasak, Biasanya dilakukan pengolahan terlebih dahulu seperti perendaman selama berhari-hari atau diberi campuran bahan penetral sebelum dimasak, atau dalam memasaknya harus sering mengganti air, karena apabila dimakan langsung dapat mengakibatkan gatal atau memabukan. Contoh : Umbi Acung, Suweg, gadung dll.

Pada dasarnya tumbuhan yang dimakan hewan dapat dimakan manusia. Namun dalam memanfaatkan tumbuhan hati-hati terhadap tumbuhan beracun, untuk itu perlu dilakukan tes apakah bisa dimakan atau tidak. Ambil sebagian tumbuhan tidak bergetah yang ingin dimanfaatkan coba patahkan kemudian oleskan ke kulit tunggu beberapa menit, apabila tidak terasa reaksi seperti gatal / panas, diulangi dengan menggunakan lidah apabila tidak ada reaksi juga berarti dapat dimakan.

Cara menguji makanan yang belum dikenal :

a. Periksa secara teliti. PAstikan bahwa tanaman tersebut tidak kotor/berlumpur atau dimakan cacing. Bebrapa tanaman ketika tua berubah menjadi racun karena adanya zat kimia

b. Cium. Remas/hancurkan sebagian kecil dari tanaman tersebut. Jika baunya seperti almond yang pahit atau buah persik (bau busuk), maka buang.

c. Iritasi kulit. gosokkan sedikit atau tekan beberapa air/getah tanaman tersebut ke bagian tubuh yang lembut atau lunak (seperti lengan antara ketiak dan siku). Jika ada iritasi, buang.

d. Bibir, mulut, lidah. Jika tidak ada reaksi pada langkah 3, lanjutkan dengan langkah berikut :

Ü letakkan sedikit sample tanaman pada bibir

Ü letakkan sedikit sample tanaman pada sudut mulut

Ü letakkan sedikit sample tanaman pada bagian atas lidah

Ü letakkan sedikit sample tanaman pada bagian bawah lidah

Ü kunyah sedikit sample

Tunggu hingga 5 menit untuk setiap langkah no 4 diatas. Jika ada iritasi/ketidaknyamannan, BUANG !

e. Makan dalam jumlah yang sedikit, dan tunggu sekitar 5 jam. Selama masa 5 jam ini, jangan makan atau minum makanan yang lain.

Tumbuhan yang dapat dimakan

Bagian yang dapat dimakan yang dapat meberikan energi yang cukup adalah umbi (umbi akar atau umbi batang), buah, biji dan daun. Ciri tumbuhan yang dapat dimakan :

a. Bagian tumbuhan yang masih muda

b. Tumbuhan yang tidak mengandung getah

c. Tumbuhan yang tidak berbulu

d. Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap

e. Tumbuhan yang dimakan oleh mamalia

Langkah-langkah yang perlu dilakukan bila akan memakan tumbuhan

a. Makan tumbuhan yang sudah dikenal

b. Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan

c. Sebaiknya jangan makan buahnya yang berwarna mencolok, karena menngandung racun alkaloid

d. Cara memakan pertama dengan mengoleskan sedikit ke bibir dan di tunggu reaksinya.Bila tidak terasa aneh (panas, pahit, gatal) berarti cukup aman.

e. Yang paling baik adalah dengan terlebih dahulu memasak bagian tumbuhan yang akan dimakan.

Contoh tumbuhan yang dapat di makan :

a. Umbi di dalam tanah : talas, kentang, bengkoang, paku tanah

b. Bagian batangnya : umbut muda pisang, sagu, begonia

c. Buah : kelapa, arbei, konyal, buah rotan

d. Biji : padi, jagung, rumput teki

e. Bunga : turi, pisang

f. Daun : rasa mala, melinjo, babadotan, pohpohan, pakis

Tumbuhan obat

Dapat dikelompokkan menjadi dua:

1. Dimakan atau di minum

contoh :

a. Bratawali (Anamitra Coccullus) tumbuhan merayap. Terdapat dihutan, kampung. Batangnya di rebus, rasanya pahit. Kegunaan : untuk anti demam, malaria, pembersih luka, penambah nafsu makan.

b. Kejibeling/ngokilo (Strobillatesses) tumbuhan semak dihutan. Daunnya dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan.

c. Sembung/sembung manis (Blumen alsmifira). Jenis rumputan, terdapat pada padang rumput yang banyak angin. Daunnya diseduh dengan air panas dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut.

2. Tumbuhan obat luar untuk luka

  1. Getah pohon kamboja untuk menghilangkan bengkak. Gosok getah pada bagian yang bengkak, biarkan 24 jam, bersihkandengan minyak kelapa kemudian air hangat.
  2. Air rebus bratawali untuk mencuci luka, juga air batang pohon randu.
  3. Daun Sambiloto atau daun Ploso di tumbuk halus untuk anti sengatan kalajengking.

Tumbuhan berguna lainnya

1. Tumbuhan penyimpan air seperti : tumbuhan beruas (bambu, rotan), tumbuhan merambat, kantong semar, kaktus, batang pisang, dll.

2. Tumbuhan pembuat atap/pelindung : daun nipah, aren, sagu, daun pisang, dll.

3. Tumbuhan pengusir ular dan serangga lainnya : lemo.

4. Indikator air bersih : tespong, selada air.

Tumbuhan beracun

1. Getah pohon paku putih dapat menyebabkan kebutaan

2. Getah pohon rengas, ingas/semplop, sangat berbahaya sebab merusak jaringan

3. Getah jambu monyet menyebabkan gatal-gatal

4. Buah aren mentah menyebabkan gatal-gatal

5. Kecubung

6. Rarawean dapat menyebabkan gatal dan pedih

7. Daun fulus menyebabkan gatal dan panas

8. Si cantik beracun (Poisson Ivy) menyebabkan gatal-gatal

Bila kita menemukan jamur di hutan, sebaiknya jangan di makan karena sulit membedakan yang dapat dimakan atau tidak. Selain itu kadar kalori jamur sangat rendah karena tubuh jamur banyak mengandung air.

Pedoman umum yang dapat digunakan untuk menentukan jamur yang dapat dimakan :

1. tidak berwarna mencolok

2. tidak bercahaya

3. tidak memiliki gelang pada tangkainya

4. tidak berbau

5. tidak memberi efek hitam jika disentuh benda-benda perak

Pedoman seperti itu sebenarnya kadang sangat berbahaya. Banyak jamur yang memiliki ciri-ciri diatas justru mengandung racun. Contoh: Amanita Phalloder, Amanita Verna, Amanita Virosayang berwarna putih bersih memiliki racun mematikan. Ketiga jamur tersebut jika dimakan setelah 30 menit kemudian akan mengakibatkan perut sakit sekali. Bila tidak segera diatasi, 6-8 jam kemudian akan menemui ajal.

SURVIVAL KITS

Survival kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat digunakan selama perjalanan.
Beberapa contoh survival kits adalah :

  • Mata pancing /kait
  • Pisau / sangkur / vitrorinoc
  • Tali kecil
  • Senter
  • Cermin suryakanta, cermin kecil
  • Peluit
  • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air [tube roll film]
  • Tablet garam, norit
  • Obat-obatan pribadi
  • Jarum + benang + peniti
  • Ponco / jas hujan / rain coat
  • Lain-lain

Daftar Pustaka

Agustin, Hendri. 2005. Mendaki Gunung. Bigraf: Yogyakarta.

Annas240. 2008. Jungle Survival. Diakses pada http://annas240.wordpress.com/2008/03/05/jungle-survival/#comment-3 tanggal 14 Oktober 2008.

Diktat Pendidikan Dasar Astacala. Diakses pada http://astacala.org/astacala/diktat.pdf tanggal 11 Oktober 2008.

GPA SMA 2. 2008. Teknik Survival. http://gpasman2.wordpress.com/2008/06/20/teknik-survival-diktat/ tanggal 16 Oktober 2008.

Trail Adventure Bandung Association. 2008. Survival. Diakses pada http://trabasinfo.multiply.com/journal/item/50/SURVIVAL tanggal 15 Oktober 2008.

Trans TV. 2008. Survival. Diakses pada http://forum.transtv.co.id/forum_posts.asp?TID=6966&PN=1 tanggal 16 Oktober 2008.

Diktat Navigasi Darat

October 16th, 2008

NAVIGASI DARAT

AS CLARISSA PUTRI AULIA

1605-B-MFS-07-TAPAK

Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akanmemudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik penggunaannya.

A. Peta

HAKEKAT PETA

Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi.

MACAM PETA

Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/kedar tujuan penggunaan cakupan daerah proyeksi gambar tanda dan simbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/ informasinya

Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2

jenis peta berdasar golongan ini, yakni :

1. Peta Topografi

Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno Jadi peta topografi berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa disebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap.

KETERANGAN TEPI PETA

  • Judul peta pada margin atas tengah, yang di ambil dari salah satu nama Geografi atau tempat yeng terbesar/terkenal dari daerah pada peta tersebut.
  • Nama daerah yang dipetakan pada margin atas kiri , yang diambil dari nama daerah tingkat I (tergantung pada versi peta)
  • Nomor helai peta pada margin atas kanan.
  • Petujuk letak peta pada margin bawah kiri, yang menunjukan letak peta tersebut dari peta keseluruhan
  • Pembagian daerah pada mergin bawah kanan yang menjelaskan pembagian daerah dari propinsi hingga kecamatan.
  • Utara pada margin bawah kiri , yang menunjukan utara peta, utara megnetis, serta utara sebenarnya.
  • Legenda pada margin bawah tengah yang menyajikan keterangan/penjeklasan arti simbol yang ada.

ARAH PETA

Untuk mengetahui arah peta yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta dengan cara memperhatikan arah huruf-huruf tulisan pada peta yang juga berarti arah utara peta. Pada tanda-tanda peta juga terdapat penunjuk arah utara peta, utara sebenarnya serta utara magnetis

  • Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian.
  • Utara magnetis (UM) adalah arah kekutub utara megnet yang ditunjukan oleh jarum kompas
  • Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta.

Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari

tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tujuan praktis variasi magnetis dan iktilaf (Penyimpangan arah utara) dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga

  • Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan

utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel geris bujur

peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkan

pada peta, atau sudut antara US dan UP.

  • Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US
  • Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis
  • Variasi Magnetis, adalah perubahan/ pergeseran sudut utara megnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat.

SKALA

Skala atau kedar adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak mendatar di medan. Terdapat 2 jenis skala pada peta, yakni skala angka dan skala garis. Untuk skala angka, perbandinagan langsung ditunjukan dalam satuan yang sama (cm) sedang pada skala garis terdapat beberapa ruas garis yang masing-masing menunjukan jarak tertentu (km).

JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN

Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 25 m di medan yang sebenarnya.

KONTUR

Adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama. Sifat dari kontur adalah :

  • Pebedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter.
  • Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali pada kawah/depresi
  • Antar kontur tidak akan saling berpotongan
  • Kontur yang menjorok kedalam merupakan lembahan dan bisa terdapat sungai
  • Kontur yang menjorok keluar merupakan punggungan.
  • Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut.
  • Makin rapat kontur menunjukan daerah yang makin terjal/curam.

MENGENAL TANDA MEDAN

Disamping legenda sebagai pengenal tanda medan, bentukan-bentukan alam yang cukup mencolok dan mudah dikenali dapat kita pergunakan juga sebagai tanda medan. Tanda medan harus kita ketahui dan kita cocokan pada peta sebelum kita memulai pengembaraan.

Tanda Medan yang cukup mudah untuh di amati dapat berupa :

o Puncakan gunung atau bukit dan bentukan-bentukan tonjolan lain yang cukup ekstrim,

o Punggungan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf

o Menjorok menjauhi puncak

o Lembahan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf V menjorok mendekati puncak.

o Saddle, daerah pertemuan 2 ketinggian

o Belokan kujalan sungai jembatan ujung jalan

o Garis batas pantai muara sungai, tanjung, dan teluk yang mudah

kita kenali

2. Peta Tematik

Peta tematik adalah peta yang menyajikan unsur-unsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dengan topik atau tema dari peta bersangkutan. Umumnya peta ini digunakan sebagai data analisis dari beberapa unsur permukaan bumi didalam pengambilan suatu keputusan untuk pembangunan.

B. Kompas

Kompas adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya.

Bagian-bagian Kompas

o Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi

o Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi

  • Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai sistem satuan arah mata angin.

Jenis Kompas

Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai

berikut :

  • Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
  • Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik

CARA PEMAKAIN KOMPAS

Dalam pemakainya, usahakan dalam keadaan Horisontal dengan arah garis utara megnetis bumi. Hindarkan bende-benda yang terbuat dari besi/baja agar tidak terjadi penyimpangan dalam penunjukan jarum kompas.

BUSUR DERAJAT ATAU PROTAKTOR

Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran setengah lingkaran segi empat dari bujur sangkar, tetapi untuk kepraktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang dan tali pusat untuk memperpanjang pengikiran dan pempermudah perhitungan azimuth dan back azimuth.

AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH

Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:

  • Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º
  • Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
  2. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.
  3. Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
  4. Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
  5. Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.

ORIENTASI PETA

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya.

Langkah-langkah orientasi pada peta :

  • Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda-tanda medan yang mencolok (dapat dikenali)
  • Letakan peta pada bidang datar
  • Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada.
  • Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta ( seperti jalan raya, sungai,dll)

C. Resection

Digunakan untuk mengetahui posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal.

Langkah-langkah resection :

o Lakukan orientasi peta

o Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimut dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat

  • Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
  • Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.

D. Intersection

Cara ini digunakan untuk mengetahui atau untuk menentukan posisi suatu titik atau benda di medan pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan.

Langkah-langkahnya :

  • Lakukan orientasi peta dan resection untuk menentukan posisi kita dititik A.
  • Bidik obyek dari titk A tersebut, catat azimut dan back azimutnya
  • Bergerak ke posisi lain dan melakukan orientasi serta resection untuk menentukan posisi kita di B.
  • Bidik obyek dari titk B tersebut, catat azimut dan back azimutnya
  • Perpotongan azimut dari titik A dan B tersebut adalah letak obyek yang kita inginkan di peta.

E. Menentukan Arah Tanpa Kompas

1. Kuburan Islam selalu menghadap ke utara

2. Masjid selalu menghadap ke kiblat

3. Bagian tumbuhan yang berlumut tebal menunjukan arah timur karena sinar matahari belum terik pada pagi hari

4. Arah bulan, bintang, dan Matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat.

F. GPS

GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD = United States Department of Defense). GPS memungkinkan kita mengetahui posisi geografis kita (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut). Jadi dimanapun kita berada di muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat.

GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, kontrol/pengendali, dan pengguna., dimana :Segmen angkasa: terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam).

Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satelit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia. *(Berdasarkan pengalaman penggunaan untuk wilayah Indonesia [pertambangan dari Sumatra sampai Papua], pukul 04.00-08.00 dan 16.00-20.00 merupakan waktu tidak optimal penerimaan sinyal satelit untuk pengukuran teliti.

Segmen Kontrol/Pengendali: terdapat pusat pengendali utama yang terdapat di Colorodo Springs, dan 5 stasiun pemantau lainnya dan 3 antena yang tersebar di bumi ini. Stasiun pemantau memantau semua satelit GOS dan mengumpulkan informasinya. Stasiun pemantau kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada pusat pengendali utama yang kemudian melakukan perhitungan dan pengecekan orbit satelit. Informasi tersebut kemudian dikoreksi dan dilakukan pemuktahiran dan dikirim ke satelit GPS.

Segmen Pengguna: Pada sisi pengguna dibutuhkan penerima GPS (selanjutnya kita sebut perangkat GPS) yang biasanya terdiri dari penerima, prosesor, dan antena, sehingga memungkinkan kita dimanapun kita berada di muka bumi ini (tanah, laut, dan udara) dapat menerima sinyal dari satelit GPS dan kemudian menghitung posisi, kecepatan dan waktu.

Cara Kerja GPS:

Setiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 ( 1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur “Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y.

Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti.

Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS.

Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian).

Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi.

DAFTAR PUSTAKA

Diktat Pendidikan Dasar Astacala. Diakses pada http://astacala.org/astacala/diktat.pdf tanggal 11 Oktober 2008.

Fasko Adventure Training. 2008. IMPK. Diakses pada http://fasko.multiply.com/journal/item/6 tanggal 13 Oktober 2008.

Outdoor Activity. 2006. Pengetahuan Dasar Navigasi Darat. Diakses pada http://penjelajahan.blogspot.com/2006/11/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html tanggal 13 Oktober 2008.

Wikantika, Ketut. 2008. Apa Itu Peta? Diakses pada http://wikantika.wordpress.com/2008/05/06/apa-itu-peta/ tanggal 13 Oktober 2008.

my brother foolish

October 13th, 2008

huahuahua.. i think just me have foolish… actually, my brother so.. hua3…. the beginning starts from my brother loss his hp. his hp is gotten in his jacket when he went to his friend house. after that his hp lose directly without his knowing. he loss hp has been three times.. great… the first case, it’s my hp. he brings my hp to his school, and ten he leave it in his bag when the school breaks. and then… lost…

the second, actually it’s not loss, but his hp is broken. when he was in lampung, he go to a beach. he go to water directly, and his hp is in pocket. he forgot if his hp is in his pocket…. so……… out of order.

the third, his hp fall from his jacket…

and this is his foolish…

pake bhs plmbng b nyeritoiny:

wktu pegi dy kan blm shlt isya, balekny kmi ngbrol dlu ttg hpny yg nyampak itu, trus dy lgsng ambek wudhu, aq kan di kamarny, jd dy t nak shlt, tapi dy t malah pake jaket. trus dy ngmng “kok aq pake jaket y? kan seharusny pake sarung. caknyo aq ni stress”. respon aq lgsng ketawo.. huahuahua… apolg liat mukony… duh pasti jd kasihan.. :0

but u’re my brother… my best brother….

huahuahua

Seems to 2 The Hardest Days

October 13th, 2008

arrrrrrrggggghhhhhhh….

hiks hiks hiks…

akhir2 ini memang caknyo hari2 yg melelahkan… capek nyn rasony… dari pagi sampe ke magrib br balek k rumah… sangking capekny cepet trus skrg tidurny. biasony tidur jam 12 ke atas, sekarg jam 10 la mulai ngantuk…

dan cakny ini bakal jadi bulan yang melelahkan… pikiran maupun tenago…

belum urusan kuliah, blum urusan mafes, blum urusan yg lain2ny…

kuliah banyak tugas, mano dak ngerti pulo belajar apo, susah nyn konsentrasi klo dosen lg ngajar. uhhhhh… bosen rasony kuliah… :(
klo mafes, mano nak diklat, banyak nyn nak dipersiapke, mulai pemantapan materi, disuruh buat diktat (banyak pulo, diktat navigasi darat, diktat ppgd, + diktat survival botani dan zoologi), sering nak rapat pulo (besok b ado rapat reshuffle BP), blum urusan admin web, urusan surat-menyurat, + aq nak ikut shoc (serelo hill orienteering Competition)… uhhhhh……..

klo ttg urusan yg laen… sikok maslah ni dak selesai2… masalah kamera (uhh.. kpn sih selesainy? aq la ngajak’i cepet2 nyelesainy malah cak nak ngindar itu, yg bermasalh aq tp ngpo mlh wong yg puny kamera yg ngindar. nah bingung aq. ngpo jd tebalik ini??), banyk janji plo dgn kawan2, kmrn bejanji la dibatalli. sibuk2 cak ni, diomongi wong sombong plo.. nah dah salah galo… hiks3…

seems to be my hardest days………………………

sebenerny aq ni emg banyk digawekw apo aq yg nyari gawean ye???

emg sibuk apo mencari kesibukan???

cakny emg mencari gawean biar sibuk, soalny aq takut klo aq dewekan, dak ktek yg digaweke…. apo sih yg sebenerny yg aq takuti??????????

Miss these songs

October 9th, 2008

-Season in The Sun-

Good bye to you my trusted friend

We’ve known each other

Since we were nine or ten

Together we’ve climbed hills and trees

Learned of love and abcs

Skinned our hearts and skinned our knees

Good bye my friend it’s hard to die

When all the birds are

Singing in the sky

Now that spring is in the air

Pretty girls are everywhere

Think of me and I’ll be there

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the hills that we climbed

Were just seasons out of time

Good bye papa please pray for me

I was the black sheep of the family

You tried to teach me right from wrong

Too much wine and too much song

Wonder how I got along

Good bye papa it’s hard to die

When all the birds are

Singing in the sky

Now that the spring is in the air

Little children everywhere

When you see them I’ll be there

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the wine and the song

Like the seasons have all gone

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the wine and the song

Like the seasons have all gone

Yeah yeah yeah

Good bye Michelle my little one

You gave me love and

Helped me find the sun

And every time that I was down

You would always come around

And get my feet back on the ground

Good bye Michelle it’s hard to die

When all the birds are

Singing in the sky

Now that the spring is in the air

With the flowers everywhere

I wish that we could both be there

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the hills that we climbed

Were just seasons out of time

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the wine and the song

Like the seasons have all gone

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the wine and the song

Like the seasons have all gone

We had joy we had fun

We had seasons in the sun

But the wine and the song

Like the seasons have all gone

-I Have A dream-

I have a dream

A song to sing

To help me cope

With anything

If you see the wonder

Of a fairytale

You can take the future

Even if you fail

I believe in angels

Something good in everything I see

I believe in angels

When I know the time is right for me

I’ll cross the stream

I have a dream

Oh yeah

I have a dream

A fantasy

To help me through reality

And my destitation

Makes it worth the while

Pushing through the darkness

Still another mile

I have a dream

A song to sing

To help me cope With anything

If you see the wonder

Of a fairytale

You can take the future

Even if you fail

I’ll cross the stream

I have a dream

One Year Ago

October 8th, 2008

October 8 2007, one year ago… and it’s the time. the same date. October 8 2008. fortunately i can avoid the same event… even though the same event will be real soon…

but… today and last year have a similar. today is raining… today i’m walking from unsri to my grandma’s home…

huuuhhh… i don’t know if today is October 8.

hmm.. if i recall my memory about last year… uh… it’s so unbelievable… i don’t wanna redo the same fault, the same foolish, and the same point…

if all happen like last year… so, tomorrow will be raining… and also the day after tomorrow… and than every 8 every month will be raining… and at 8 December will be appear a rainbow…

i hope will come true… :p